custom writing help
November 2017 - Manggala OnlineManggala Online

Singaraja (Manggala)-Pengunjung Taman Kebangsaan eks Terminal Kampung Tinggi Singaraja mengeluh, bahkan tak sebatas melayangkan protes lantaran wc kumuh, akan tetapi fasilitas umum tersebut tidak bisa difungsikan sama sekali. Dilihat dari aspek lokasi, eks terminal kampung tinggi Singaraja sebenarnya sudah bagus dan tertata indah dengan para pedagang yang sudah diatur penempatannya sesuai kapling tempat yang ditempati sebelumnya.

Walau lokasi berjualan telah diatur rapi, namun para pengunjung masih mengkritisi pemanfaatan WC yang tampah kumuh dan berbau amis. Padahal wc dimaksud berada di timur area parkir tepatnya di samping pintu masuk. Salah seorang penjaga parkir di taman kebangsaan yang ditemui wartawan Manggala kemarin  mengatakan, tempat buang air besar dan air kecil tersebut sejak selesai dibangun hingga sekarang ini belum bisa difungsikan sesuai peruntukannya.Mereka yang kebelet terpaksa buang air kecil di tempat itu tanpa disiram air karena airnya tidak mengalir. Ironisnya kata tukang parkir ada yang diam diam buang air besar di luar wc sehingga perugas parjkir harus menutup kotoran itu dengan pasir.

Sorotan tajam juga muncul dari mereka yang sering memanfaatkan warung kopi untuk minum di taman kebangsaan. Gede Sukrewada,SE, salah seorang warga asal Desa Menyali yang kini bermukim di jl. Komodo Singaraja menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan acuh, padahal setiap pengunjung masuk areal taman kebangsaan dikenai retribusi.

Dalam memanfaatakan taman kebangsaan untuk mencari makanan atau minuman, pengunjung dari berbagai wilayah di kota Singaraja  atau dari beberapa desa di Buleleng, tidak hanya datang pada pagi atau siang hari. Akan tetapi mereka yang ingin santai menikmati kuliner juga banyak datang pada malam hari.

Pemkab Buleleng sangat lambat menangani masalah WC di eks terminal Kampung Tinggi Singaraja, sehingga  masalahnya menjadi terkatung katung. Persoalan WC di eks terminal Kampung Tinggi Singaraja yang menuai banyak keluhan, sebenarnya sudah sempat menjadi pergunjingan warga.

Namun penuntasan masalahnya belum terbukti hingga sekarang, padahal  kebutuhan kamar kecil atau wc bagi para pengunjung taman kebangsaan yang namanya akan dirubah menjadi taman sunda kecil dipandang mendesak. Ketika masalahnya dikonfirmasi ke Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan kabupaten Buleleng belum lama ini, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Gede Melandrat,SP mengatakan saat ini pembangunannya sudah masuk tahap II setelah tahap pertama selesai dikerjakan tahun 2016.

Mengenai serah terima lokasi memang sudah dilakukan, namun soal pemanfatannya masih belum jelas karena pihaknya masih menunggu berita acara serah terima.  Ditanya soal tingkat kesulitan serah terima WC tersebut ucap Kabid RTH Gede Melandrat,SP disebutkan tidak ada masalah dan perlu manajemen pengelolaan yang baik.

Permasalahannya sekarang seberapa lama atau butuh waktu berapa lama untuk membuat berita acara serah terima wc tersebut sehingga secepatnya bisa digunakan sesuai fungnya. Di eks Terminal Kampung Tinggi Singaraja, tidak hanya dipadati pengunjung pada pagi atau siang hari. Tempat persinggahan untuk makan dan minum kopi tersebut juga diburu pembeli pada malam hari.

Dalam memanfaatakan tempat tersebut, para pengnjung tidak hanya dikenai retribusi parkir oleh dinas perhubungan bekerja sama dengan lingkungan Kebon Sari. Namun bagi para pedagang harus membayar retribusi kepada pemkab Buleleng melalui PD Pasar yang mengelola warung itu. (Ias)

November 23, 2017

WC tak Berfungsi Pemkab Buleleng Lamban

Singaraja (Manggala)-Pengunjung Taman Kebangsaan eks Terminal Kampung Tinggi Singaraja mengeluh, bahkan tak sebatas melayangkan protes lantaran wc kumuh, akan tetapi fasilitas umum tersebut tidak bisa difungsikan […]
November 23, 2017

Tiga Nominator OPD Terbaik, Dianugrahi Adhyasta Prajaniti

Denpasar (Manggala)-Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi terhadap keberhasilan pengawasan yang dilakukan kepada seluruh Perangkat Daerah di lingkungannya dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, baik […]
November 23, 2017

BIMC Siloam Nusa Dua Buka Fasilitas Pain Clinic

Nusa Dua (Manggala)- Kabar gembira bagi masyarakat Bali, kini , tepatnya Rabu (22/11),  keluhan karena berbagai rasa nyeri baik nyeri sesaat mau pun akut, sudah bisa […]
November 23, 2017

Tekan Ketergantungan pada Beras

Gianyar (Manggala)-Tujuh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang merupakan perwakilan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar beradu kreasi masakan. Ketujuh KWT tersebut bersaing menjadi yang terbaik dalam […]