custom writing help
Warga Sawan Dihebohkan Ular Raksasa - Manggala OnlineManggala Online

Warga Sawan Dihebohkan Ular Raksasa

Pejeng Kangin Gelar Porsenides
July 14, 2017
Halal Bi Halal Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga
July 17, 2017

Warga Sawan Dihebohkan Ular Raksasa

Singaraja (Manggala)-Dengan melibatkan unsur TNI dan Polri, Masyarakat Desa Sawan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng, Jumat pagi (14/7/2017)  tumpah ruah memburu ular raksasa (besar)  berdiameter 15 cm dengan panjang sekitar 4 m di kawasan Kayuan Desa (permandian umum).

Para warga yang terjun ke lokasi pencarian, tidak sebatas membawa tongkat kayu dan senjata tajam lainnya seperti sabit dan lain sebagainya. Namun untuk pencarian ular dimaksud terpaksa merabas pepohonan yang terdapat di semak- semak karena dicurigai sebagai tempat persembunyian ular itu.

Dilakukannya langkah tersebut menurut Kepala Desa Sawan Nyoman Wira, karena warga panik dan takut mandi ke kayuan desa dimaksud, menyusul adanya warga yang melihat ada ular besar di kawasan tersebut sehingga masyarakat khususnya yang berdomisili di Banjar Dinas Kawanan Desa Sawan tidak berani mandi sejak beberapa pekan ini.

Sementara itu menurut Gede Yusa, warga Banjar Dinas Kawanan yang rumahnya sangat dekat dengan kayuan desa, melihat ular ketika hendak mandi ke kayuan desa pada siang hari. Menurutnya jika ular keluar pada siang hari, diprediksi ular tersebut pasti lapar dan peristiwa ini ucap Gede Yusa cukup menakutkan sehingga mengurungkan niatnya untuk mandi.

Nyoman Sujana dan Made Rasa ucap Gede Yusa merupakan dua dari tiga orang warga yang ternaknya sempat dimakan ular, bahkan ada 3 babi yang habis dilahap si ular besar. Membaca situasi yang sangat meresahkan warga di Desa Sawan, maka para prajuru, tokoh masyarakat dan para warga berunding untuk menangkap ular dengan mengerahkan masyarakat di desa Sawan.

Ditemui usai merabas semak di kawasan kayuan desa, Kelian Desa Adat Pakraman Sawan Cening Murdita mengatakan, sehari sebelum memburu ular yang dicurigai telah memangsa sejumlah ternak piaraan masyarakat, pihaknya telah matur piuning (upacara secara niskala), di Pura Taman, dan terhadap Dewa Ayu di Pura Desa setempat.

Dalam permohonannya, demikian kata Cening Murdita, jika ular itu merupakan duwen atau milik Ida Batara, maka diharapkan agar  “megingsir” atau meninggalkan tempat dimaksud sehingga tidak lagi mengganggu ketenangan masyarakat yang hendak mandi di kayuan desa.Jika itu bukan duwen Ida Batara, maka akan dilakukan langkah- langkah sesuai dengan pertimbangan warga dan prajuru.

Setelah gagal memburu ular besar dimaksud di kayuan desa, para warga dan tokoh masyarakat masih mencari lagi tempat sakrat atau tenget diseputar desa Sawan, guna mencari tahu sarang utama dari pada ular dimaksud. Cara lain yang sudah mengemuka dari kelian adat pakraman Sawan Cening Murdita, tidak tertutup kemungkinan dalam perburuan ular itu akan menggunakan pawang ular.(ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *